sunset
Monday, 23 May 2016
Hate Youself
have you ever hate yourself? Yes, hate yourself. I thought it will be easier to hate someone else. You just ignore them, but how you can deal if the one you hate is yourself?
Monday, 9 May 2016
Reply 1988
Ada banyak pelajaran yg bisa kita ambil, bahkan dari sekadar nonton drama korea gratisan :p. Kemarin saya baru menyelesaikan menonton 20 episode drama korea yg masing-masing episodenya berdurasi 2 jam. Bosen? Bukan, malah puass banget hehe..
Nah, stlh nonton ini ada bbrpa hal yang saya ambil.
1. You can start liking someone who love you
Iya, cinta bisa tumbuh kapan aja dan di mana aja serta kepada siapa saja. Dia bisa dtg saat kamu mengetahui ada seseorang yang menyatakan menyukai dan mencintaimu bahkan setelah tahu semua sisi burukmu. Dia tetap mengatakan menyukaimu dan kamu pun dapat memulai untuk menyukainya.
2. Its ok to confess to someone, even when you get no respon
Ada kalanya tujuan confess itu bukan ingin direspon balik tapi lebih ke arah ingin ngeluarin semua unek-unek, bebasin beban agar suatu hari nanti kita gak menyesal tidak melakukannya. Ucapin aja, jika kamu gak dapat respon kamu sudah tau jawabannya dan dapat mundur teratur dengan rela.
3. Temenan cewek cowok itu emang rentan dengan namanya suka tapi saat teman lawan jenismu memberikan perhatian lebih kamu jadi bingung sendiri apakah ini yg biasa dan wajar dilakukan oleh seorang teman atau cuma friendzone doang. Kamu juga kadamg pernah ngerasa flutter tapi kemudian kamu ngeyakinin kalo di antara kalian gak ada apa-apa, cuma temenan. Sampai akhirnya kamu cuma mikir apakah teman lawan jenismu berfikiran sama atau gak.
Ah, masih pengen liat Jung Hwan. Pengen puk puk in dia . wkwkke
Monday, 28 March 2016
Kolam Renang Wihoga, Talagasari, Garut
Udah lama banget gak renang, maka pas pulang ke Garut kemarin memutuskan untuk renang. Niat awalnya mah pengen ke Cipanas biar mantap, tapi apa daya macetnya bikin mager. Akhirnya nyobainlah kolam renang yang secara jarak dari rumah lebih deket dibanding Cipanas : Kolam Renang Wihoga.
Ini adalah kunjungan pertama saya ke kolam renang ini. Kolam renang ini ada mungkin 2 tahunan dibangun. Selain kolam renang, di kawasan Wihoga ini juga tersedia mesjid, lapangan futsal dan tempat makan* (kalo tidak salah liat). Cocok buat melipir istirahat apalagi kalo macetnya naudzhubillah kayak kemaren.
Nah, kolam renang wihoga ini punya dua kolam, airnya dingin gak kyak cipanas yang anget. Tersedia juga perosotan dan ember tumpah. Biaya masuk ke sini juga terhitung murah yaitu hanya 12 ribu rupiah (ini kunjungan per 26 Maret 2016 yah).
Salah satu view yang bisa dilihat saat berenang di kolam renang wihoga ini adalah gunung Haruman.
Mangga nu bade nyobian kolam renang wihogana hehe. Yah, walaupun perosotana peureud, moga-moga yang punya baca tulisan ini dan benerin perosotannya jadi pas ke sana lagi udah enakeun hehe.
Tuesday, 1 March 2016
Babakan Sapotong
Babakan Sapotong merupakan nama sebuah kampung di desa Negelasari kec. Kadungora, Garut. Terdapat beberapa versi tentang asal usul nama kampung ini. Versi pertama mengatakan bahwa dahulu ada sebuah kolam kemudian karena sesuatu hal jolam tersebut harus dibagi dua sehingga menjadi sapotong (sepotong-red) sampai saat ini. Versi lain mengaitkan dengan legenda maung. Maung atau singa (?) dalam bahasa Indonesia itu miencari mangsa dari satu kampung ke kampung lainnya. Ada beberapa nama kampung yang terkait dengan legenda ini seperti Singkur, Sindang Palay dan Babakan Sapotong. Diceritakan bahwa maung tersebut tertangkap dan dipotong-potong oleh warga di kampung yang saat ini dikenal dengan nama Babakan Sapotong. Haha.. Entah, saya juga kurang percaya dengan cerita di atas.
Apapun latar belakang penamaan kampung tersbut, teman-teman sekolah saya biasanya mengingat nama kampung saya ini. Yah, walaupun dulu cendrung dengan nada becanda bully hahaha. Saat ini jika saya bertemu dengan teman-teman maka teman tersebut menanyakan apakah kampung saya saat ini sudah menjadi Babakan Satu atau masih Babakan Sapotong :p . Yah, masih Babakan Sapotong, mau digimanain lagi haha.
Eh, katanya, di dekat Rancasalak sana juga ada nama Kampung yang namanya Babakan Sapotong. Jangan-jangan itu adalah potongan satu lagi dari kampung saya haha. Nah, kalo didekatkan berarti jadi Babakan Satu dong :p .
Yah, Babakan Sapotong ini masih hijau saat ini. Sekelilingnya masih banyak gunung seperti Gunung Haruman, Gunung Kaledong, dan Gunung lainnya. Saat masih kecil, dulu di Gunung Haruman ini ada kegiatan Paralayang. Sempat juga kami "menonton" peparalayang yang jatuh di sawah kering di Sarpanjang. Tapi saat ini kegiatan Paralayang di Gunung Haruman ini sudah lama tidak ada.
Di Babakan Sapotong ini kamu dapat mengamati Kereta api yang lewat jalur selatan hilir mudik. Jadi kalo kamu berangkat dari arah Bandung misalnya maka akan melewati kampung Babakan Sapotong ini setelah stasiun Leles, sebaiknya jika kamu dari arah Tasikmalaya maka akan melewati Kampung Babakan sapotong ini setelah Stasiun Kiarasari.
*Tulisan ini dimaksudkan agar orang-orang yang mencari "Babakan Sapotong" tidak hanya menemukan tentang kecelakaan Bis Karunia Bakti dimana warga Babakan Sapotong adalah salah satu kernetnya. Biar semua orang tahu kalo Babakan Sapotong itu sudah bisa digoogle lho hahaha *norak mode : On.
Thursday, 11 February 2016
The Golden Rice
Jadi ceritanya saya ambil mata kuliah seminar untuk semester ini, nah aturan kelas seminar saat ini adalah selain kehadiran 80% saat kelas seminar diadakan juga minimal 6 kali kehadiran di seminar yang diadakan jurusan setiap rabunya. Alhamdulliah nya jadwal seminar dan kelas seminar ini memang dalam satu, atau sebenarnya itu dibuat seperti itu oleh pembuat jadwal.
Untuk seminar pertama di semester ini temanya tentang bioteknologi, judul tepatnya : The Effect of Biotechnology to Our Society. Pembicaranya Ms. Solmaz Aslanzadeh, Ph.D , seorang doktor bioteknologi, keturunan Iran, berkewarganegaraan Swedia yang sudah satu setengah tahun ini tinggal di Indonesia dalam rangka urusan pekerjaan. Hehe, lengkap tah datana :P. Ms. Solmaz bercerita tentang kota tempat tinggalnya di Swedia, namanya Boraz. Ditulis boraz tapi bacanya boros, begitu katanya. Walaupun kota kecil tapi kota ini boleh dikatakan adalah kota yang bebas sampah. Setiap rumah tangga wajib memilah sampai menjadi berbagai jenis sampah untuk diproses selanjutnya. Ada yang direcycle, ada yang jadi bahan bakar, ada juga yang dibakar sebagai sumber panas di musim dingin. Pokoknya keren sudah proses pengolahan sampah di sana, dibanding di sini. Everywhere is trash can :p
Nah, mari beranjak ke cerita tentang bioteknologinya. Seperti kita tahu bahwa bioteknologi adalah teknologi yang melibatkan makhluk hidup baik itu mikroorganisme, tanaman, jamur atau yang lainnya. Bioteknologi sebenarnya sudah dikenal sejak dulu yaitu yang kita kenal saat ini sebagai bioteknologi konvensional seperti pembuatan yogurt, keju, oncom, dsb. Kalo sekarang ini, bioteknologinya udah gerak ke bioteknologi modern, mainannya udah rekayasa-rekayasa genetika. Itulah memag lebih arah ke arah sana bioteknologi saat ini, walaupun ada beberapa hal yang masih tersangkut masalah etik baik itu etik sosial maupun etik agama.
Nah, salah satu bioteknologi yang menarik bagi saya (karena saya baru tahu info ini, *iya saya yang kuuleun :p ) yaitu tentang Golden Rice.
Golden Rice ini adalah beras hasil rekayasa bioteknologi yaitu beras yang mengandung beta-karoten. Beta-karoten ini yang menyebabkan beras ini berwarna kuning keemasan, nah saat kita makan beta karoten ini akan diubah menjadi vitamin A. Tujuan dari rekayasa beras ini adalah untuk menanggulangi kekurangan vitamin A bagi penduduk-penduduk yang mayoritas makanan pokoknya adalah nasi. Jadi saat makan , walaupun cuma nasi ma kerupuk, tapi mereka sudah langsung mendapat asupan vitamin A. Kata Solmez, beras ini sudah dikembangkan di Philipina walaupun pas saya googling ternyata sudah ada juga yang buatan China.
Pas googling-googling lagi, katanya gak semua orang suka dengan rekayasa beras ini. Banyak juga yang nolak, alasannya karena mereka khawatir ada efek samping ke depannya nanti atau efek rekayasa ini juga akan mempengaruhi padi-padi alami yang ditanam di sekitaran padi golden rice ini. Yah, namanya juga manusia, gak semua niat baik bisa ditanggapi dengan baik. Kalo saya pas liat golden rice ini langsung mikirnya nasi kuning, jadi kalo selametan gitu ga usah lagi pakai kunyit lagi, udah pake golden rice ini aja. Kan ada tuh beberapa orang yang gak suka makan nasi kuning karena masih kecium bau kunyitnya haha (padahal kalo masaknya bener mah ga bakal kerasa bau kunyit lagi, kata kakak saya antisipasi bau kunyit ini adalah sebelum ditumbuk, kunyit digoreng atau disanggrai dulu, pasti gak bau haha).
Oh ya, sebenarnya golden rice ini bisa juga ngakalin bagi orang-orang yang pengen matanya sehat tapi gak suka makan wortel. Tapi sabaraha yah harga sakilona ieu beas? :)
Subscribe to:
Posts (Atom)







