Rabu, 17 Agustus 2011

Pemanasan Global, Karbon dioksida, Telor atau Anak Ayam


Matahari memancarkan sinar dan radiasi sinar ini akan mencapai ke atmosfer bumi. Saat mencapai atmosfer bumi, sinar matahari ada yang dipantulkan kembali ke luar angkasa dalam bentuk infra merah dan ada pula yang diteruskan ke permukaan bumi. Bumi akan menjadi hangat karena menerima sinar matahari ini. Namun, bumi akan memantulkan kembali sinar tersebut ke atmosfer. Bumi dapat tetap hangat karena atmosfer mampu mengisolasi panas tersebut dengan adanya gas rumah kaca.

Gas rumah kaca dapat dihasilkan secara alami dari berbagai kegiatan yang terjadi di bumi seperti dari letusan gunung dan pernapasan. Selain itu, aktivitas  manusia pun dapat menambah kadar gas rumah kaca di atmosfer. Gas yang dikategorikan sebagai gas rumah kaca di antaranya karbon dioksida, metana, dan nitrogen monoksida.

Apabila jumlah gas rumah kaca di atmosfer ( misalnya ) melebihi jumlah seharusnya maka akan menyebabkan proses pengisolasian sinar matahari menjadi meningkat dan mengakibatkan pemanasan global. Pemanasan global adalah suatu kondisi di mana suhu rata-rata bumi mengalami peningkatan. Hal ini seolah mengatakan bahwa pemanasan global diakibatkan oleh peningkatan karbon dioksida. Namun apakah benar seperti itu?

Sejumlah ilmuwan menemukan bahwa perubahan suhu bumi ternyata disebabkan oleh peningkatan aktivitas badai matahari, peningkatan aktivitas gunung api bawah laut, dan sistem arus laut yang kompleks. Hal ini diperkuat oleh temuan National Aeronautics and Space Administration (NASA) baru-baru ini bahwa perubahan suhu bumi dalam beberapa dekade ini ternyata diakibatkan oleh peningkatan aktivitas badai matahari.

Pada tahun 2005, sebuah studi oleh Journal  Science menemukan sebuah fakta yang sangat menarik . Journal science mengatakan  bahwa pemanasan global yang telah memicu meningkatnya  karbon dioksida di atmosfer.

Jumlah karbon dioksida yang terlarut di samudera adalah 50 kali lebih banyak dibandingkan yang ada di atmosfer. Samudera berperan dalam menyerap sepertiga emisi  karbon dioksida yang dihasilkan manusia.Saat temperatur air meningkat, kelarutan karbon dioksida di samudera akan menurun karena  karbon dioksida akan dilepaskan dari air samudera ke atmosfer.

Pertanyaannya sekarang adalah apa yang mempengaruhi apa. Karbon dioksida yang menyebabkan pemanasan global atau pemanasan global yang memicu peningkatan karbon dioksida.Jawaban atas pertanyaan ini masih menjadi kajian dan perdebatan  para ilmuwan. Semoga saja kita dapat mencari tahu fakta yang sebenarnya dan perdebatan ini tidak berakhir seperti teka-teki sederhana namun sulit untuk mendapat jawaban : mana yang lebih dahulu, ayam atau telur? 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar